Foto : Sekelompok massa mendatangi kediaman warga Tanjung Berikat pro tambang. Tak hanya itu, sekelompok massa ini pun diduga melakukan pengusiran terhadap warga pro tambang. (ist)
TJI,BANGKABELITUNG – Danil (33) salah seorang warga asal lingkungan Dusun Beriga, Desa Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengaku saat ini ia termasuk keluarganya merasa trauma atas kejadian yang menimpah mereka baru-baru lantaran ia dan keluarga telah diusir dari kampung oleh sekelompok massa.
Danil dan keluarganya kini terpaksa harus meninggalkan kampung halaman (Dusun Tanjung Berikat) gara-gara mendukung rencana PT Timah akan melakukan penambangan biji timah di perairan atau laut Beriga. Tak cuma itu Danil dan keluarganya pun diduga sempat mengalami intimidasi dari sekelompok massa atau oknum warga.
Peristiwa tersebut terjadi Kamis (24/10 2024) malam berawal dari aksi sekelompok oknum massa tak lain warga asal Dusun Tanjung Berikat saat itu tiba-tiba mendatangi kediaman sejumlah warga dusun setempat. Kedatangan sekelompok massa diduga melakukan intimidasi terhadap empat keluarga masing-masing Eka, Sahar, Kamto termasuk Danil.
Dalam wawancara singkat melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (25/10/2024) siang, Danil kepada tim jejaring RMN mengatakan ia dan keluarganya saat ini terpaksa mengungsi di suatu tempat di luar Dusun Tanjung Berikat, Beriga demi mengamankan diri termasuk para warga yang mengalami nasib serupa dengannya.
Danil pun kembali menceritakan detil kronologis kejadian, menurutnya jika aksi sekelompok massa malam itu sangat arogan dan tak hanya diduga mengintimidasi empat keluarga gegara mendukung rencana aktifitas tambang di laut Desa Beriga, namun malam itu pun diduga sempat terjadi penjarahan barang barang atau harta benda milik kakak kandung Danil (Kamto) merupakan nelayan setempat antara lain mesin perahu dan beberapa barang lainnya.
“Alat-alat (harta benda — red) milik Kamto diambil secara paksa. Barang-barang yang diambil itu mesin perahu tangki minyak pada intinya peralatan melaut diambil paksa oleh oknum massa saat itu,” ungkap Danil.
Danil menambahkan saat kejadian itu, hanya istri Kamto yang berada di rumah sementara suaminya (Kamto) sedang berada di luar rumah hingga istri Kamto tak mampu menahan aksi arogansi dan tindak penjarahan di kediamannya saat itu.
“Kami trauma atas kejadian itu. Kami berharap polisi cepat bertindak. Jika tidak kita khawatiran akan terjadi konflik yang lebih besar,” harap Danil.
Terlebih dirinya mengaku sampai saat ini masih merasa cemas termasuk warga lainnya korban tindak pengusiran dan penjarahan lantaran menurutnya hingga kini para oknum warga yang telah dilaporkan ke kepolisian namun belumlah dilakukan pemanggilan oleh Polres Bangka Tengah.
“Nama-nama oknum warga diduga pelaku sudah kami laporkan. Dua diantaranya Do dan Du diduga otak pelaku kejadian waktu itu,” terang Danil.
Sementara informasi berhasil dihimpun tim RMN di lapangan menyebutkan, massa tak puas melakukan aksi arogansi terhadap empat keluarga di dusun setempat, sekelompok massa tersebut, keesokan harinya Jumat pagi 25 Oktober 2025 pagi sekelompok massa pun kembali mendatangi kediamannya sejumlah warga termasuk kediaman Sahar (42).

Foto : Seorang warga membawa tas guna mengamankan diri pasca diusir dari kampungnya Dusun Tanjung Berikat, Beriga. Tampak warga didampingi Kades Beriga A Gani. (ist)
Massa yang mendatangi kediaman Sahar saat itu terlihat beramai-ramai bahkan pagi itu nyaris sempat terjadi kericuhan antara keluarga Sahar dengan massa. Akibat kejadian itu empat keluarga ini pun akhirnya pergi mengungsi ke daerah lainnya atau keluar dari Dusun Tanjung Berikat guna mengamankan diri.
Sementara itu informasi lainnya berhasil dihimpun tim jaringan RMN menyebutkan jika Danil termasuk warga lainnya yang menjadi korban pengusiran dan penjarahan oleh sekelompok massa merupakan pihak yang mendukung rencana kegiatan tambang dill laut Beriga, sedangkan sekelompok massa diduga pelaku saat kejadian tak lain pihak yang kontra terhadap rencana kegiatan tambang tersebut.
Sejauh ini pun tim RMN masih terus berupaya mengkonfirmasi Kapolres Bangka Tengah termasuk Kades Beriga, A Gani terkait kejadian baru-baru ini di lingkungan Dusun Tanjung Berikat, Beriga. (RMN/TJI team)