Andi Kusuma Adalah Simbol Perlawanan Terhadap Politik Kotor


Penulis : Dr. Zamzani, S.Sos, MA. (Tokoh Pemuda Bangka Belitung)

PILKADA ulang Kabupaten Bangka adalah momentum berharga untuk menentukan masa depan daerah. Namun, demokrasi yang seharusnya jujur, adil, dan bermartabat sering dirusak oleh praktik money politic. Money politic bukan hanya suap terhadap rakyat, tetapi juga racun demokrasi yang merampas hak kita untuk memilih pemimpin terbaik.

Mengapa Kita Harus Menolak Money Politik?
Merusak Demokrasi Pilihan rakyat bukan lagi berdasarkan visi, misi, dan integritas calon, tetapi karena uang sesaat.

Melahirkan Pemimpin Korup Kandidat yang membeli suara akan berusaha “mengembalikan modal” ketika menjabat.

Menghancurkan Masa Depan Bangka Pembangunan tidak lagi berorientasi pada kepentingan rakyat, tapi pada kepentingan pribadi dan kelompok.



Menyengsarakan Rakyat Uang yang dibagi hari ini tidak sebanding dengan penderitaan 5 tahun ke depan akibat kepemimpinan yang lahir dari praktik curang.

Seruan untuk Masyarakat Bangka
Jaga martabat suara kita. Jangan tergoda uang, sembako, atau janji palsu.

Laporkan politik uang. Siapapun pelakunya, jangan biarkan merusak Pilkada ulang.

Pilih dengan hati nurani. Pilih calon yang jujur, amanah, dan peduli rakyat. Satukan tekad. Bangka harus jadi teladan demokrasi bersih di Indonesia.

Pada pilkada ulang ini kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Andi Kusuma, Calon Bupati Bangka, atas inisiatifnya dalam membuat sayembara menangkap praktik money politik pada Pilkada Ulang Kabupaten Bangka.

Langkah ini merupakan terobosan yang berani sekaligus bentuk komitmen nyata untuk mewujudkan demokrasi yang bersih, jujur, dan bermartabat di Bumi Sepintu Sedulang.

Money politik adalah penyakit demokrasi yang merusak pilihan rakyat, melemahkan integritas pemilu, dan mencederai keadilan sosial.

Dengan adanya sayembara ini, Andi Kusuma menunjukkan kepemimpinan moral dan keberanian untuk mengajak masyarakat ikut mengawasi, melaporkan, dan menolak segala bentuk praktik politik uang.

Inisiatif ini juga menjadi inspirasi agar Pilkada tidak hanya menjadi pesta demokrasi formalitas, tetapi benar-benar wadah memilih pemimpin dengan hati nurani, tanpa suap dan tanpa intimidasi.

Kami berharap langkah positif ini:
Menjadi contoh nasional dalam memerangi money politik, memperkuat kesadaran rakyat Bangka untuk menjaga suara mereka dan mendorong semua calon kepala daerah untuk mengedepankan integritas dan gagasan program, bukan praktik curang.

Mari kita bersama-sama jadikan Pilkada Ulang Kabupaten Bangka sebagai momentum lahirnya pemimpin yang bersih, jujur, dan amanah demi terwujudnya Bangka yang adil, maju, dan bermartabat.

Selanjutnya, menyatakan dukungan penuh kepada Andi Kusuma, Calon Bupati Bangka, atas inisiatif dan keberaniannya meluncurkan sayembara menangkap praktik money politik dalam Pilkada Ulang Kabupaten Bangka.

Langkah ini adalah wujud nyata komitmen seorang pemimpin yang ingin menjaga marwah demokrasi di Bumi Sepintu Sedulang. Money politik bukan hanya merusak nilai-nilai pemilu, tetapi juga mengkhianati amanah rakyat dan melemahkan fondasi pembangunan daerah.

Kami meyakini bahwa:
Sayembara ini akan mendorong partisipasi rakyat untuk berani melaporkan praktik kecurangan.
Masyarakat Bangka semakin sadar akan pentingnya menjaga suara tanpa dibeli.
Pilkada Ulang 2025 akan menjadi momentum lahirnya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Atas dasar itu, kami berdiri bersama Andi Kusuma untuk: Menolak segala bentuk politik uang.
Mengawal proses demokrasi agar bersih dan berintegritas. Mendukung lahirnya kepemimpinan yang amanah, berani, dan berpihak pada rakyat.

Andi Kusuma adalah simbol perlawanan terhadap politik kotor. Mari kita jaga bersama Pilkada Bangka agar menjadi teladan demokrasi bersih bagi Indonesia.


Pilkada Tanpa Money Politik, Bangka Menemukan Pemimpin Berintegritas

Pilkada Ulang Kabupaten Bangka adalah momentum penting bagi rakyat untuk menentukan arah masa depan daerah. Jangan nodai demokrasi dengan money politik.

Uang yang ditawarkan hari ini hanya akan melahirkan pemimpin yang lemah, tidak amanah, dan cenderung korup. Kita ingin pemimpin yang jujur, berintegritas, dan bekerja tulus untuk rakyat Bangka, bukan pemimpin yang membeli suara.

Dengan Pilkada yang bersih, Bangka akan mendapatkan pemimpin yang benar-benar berjuang untuk rakyat, bukan memperjualbelikan rakyat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *