Foto : Ratusan tambang ilegal PIP kini marak beroperasi di perairan Tembelok-Keranggan. (TJI)
TJI,BANGKABELITUNG – Setelah cukup lama nyaris tak terdengar lagi aktifitas tambang ilegal pasir timah di wilayah perairan Tembelok dan Keranggan, Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, namun aktifitas ilegal dikabarkan kembali marak beroperasi. Padahal sebelumnya, aktifitas tambang ilegal di wilayah perairan setempat sebelumnya sempat ditertibkan oleh aparat penegak hukum.
Aktifitas penambangan pasir timah di kawasan perairan setempat (Tembelok-Keranggan) Muntok ini dilakukan secara terang-terangan dan berlangsung hampir sepekan ini. Hal ini diduga lantaran aktifitas tambang menggunakan sarana ponton isap produksi (PIP) jenis selam berjumlah sekitar 153 unit ponton tersebut dikoordinir oleh oknum cukong.
Tak cuma itu, informasi berhasil dihimpun tim jejaring ini di lapangan termasuk keterangan dari warga Muntok menyebutkan jika sejumlah oknum pelaku tambang tersebut nekat melakukan kegiatan ilegal diduga lantaran dibekingi oknum ‘aparat berseragam’.
Informasi lainnya pun menyebutkan pula jika dalam pusara tambang PIP ilegal di perairan tersebut (Tembelok-Keranggan) diduga dikoordinir oleh dua oknum warga masing-masing berinisial Aj dan Ag. Kedua oknum warga itu diketahui memiliki kewenangan wilayah dimana Aj berperan mengkoordinir tambang ilegal di perairan Keranggan sedangkan Aj di wilayah perairan Tembelok.
Dalam kegiatan tambang ilegal di lokasi perairan ini hingga mencuat kabar jika telah dibentuk panitia tambang perairan Tembelok-Keranggan, termasuk di dua wilayah ini pun di sekitaran pinggiran pantai pun kini telah dibentuk suatu tempat khusus atau disebut Pos Penimbangan sebanyak 2 pos masing di pinggiran pantai Tembelok dan Keranggan. Kegiatan tambang ilegal di kawasan perairan setempat (Tembelok-Keranggan) dikabarkan bakal beroperasi selama 14 hari.
Sejauh ini pihak Polres Bangka Barat masih diupayakan konfirmasi oleh tim media ini terkait aktivitas ratusan ponton tamnang ilegal hingga hari ini (26/9/2024) terpantau masih beroperasi di sekitaran perairan Tembelok-Keranggan, termasuk Ag dan Aj disebut-sebut sebagai koordinator pun masih diupayakan konfirmasi. (RMN/TJi team)