Heboh! Kebun Sawit PT GML Dijadikan Lokasi Tambang – Perwakilan Warga Datangi Lokasi Dihadapi Anggota TNI

Foto: Warga saat menyaksikan aktivitas alat berat (PC) sedang menggarap lahan lokasi tambang dalam area perkebunan sawit PT GML. (TJI)

TJI,BANGKABELITUNG – Aktivitas penggarapan sebidang lahan menggunakan dua unit alat berat (PC) di atas sebidang lahan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit milik PT Gunung Maras Lestari (GML) kini menuai sorotan dari sejumlah kalangan masyarakat.

Terlebih santer terdengar kabar di tengah-tengah masyarakat asal sejumlah desa di wilayah Kabupaten Bangka antara lain Desa Bukit Layang, Kecamatan Pemali, Desa Dalil Kecamatan Bakam termasuk warga Desa Kayu Besi Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung jika lahan perkebunan kelapa sawit PT GML yang berada di Divisi V bakal digarap oleh mitra PT Timah Tbk untuk kegiatan tambang timah.

Tak cuma itu, rencana penambangan timah dalam kawasan perkebunan sawit PT GML tersebut justru kini menimbulkan beragam asumsi dan pertanyaan di kalangan masyarakat lantaran sebagian besar masyarakat asal desa sekitar telah mengetahui jika lokasi yang bakal digarap untuk kegiatan pertambangan justru selama bertahun-tahun difungsikan untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit PT GML dan bukan untuk penambangan timah.

Foto: Di area perkebunan sawit PT GML siang itu terlihat dua unit alat berat. (TJI)

“Hal inilah yang menjadi pertanyaan bagi kami selaku masyarakat. Lantas sejak kapan adanya perubahan alih fungsi pemanfaatan lahan kebun sawit PT GML itu, kok sekarang tiba-tiba terdengar kabar saat ini ada kegiatan tambang dalam lokasi perkebunan sawit itu,” kata salah seorang tokoh pemuda asal Desa Kayu Besi, Suryadi kepada tim media ini, Rabu (17/9/2025) siang ditemui di lokasi perkebunan PT GML.

Lebih lagi menurut Suryadi, PT GML saat ini diketahui sedang bermasalah dengan masyarakat di sejumlah desa terkait persoalan hak plasma masyarakat sebesar 20% belumlah direalisasikan oleh pihak perusahaan, bahkan dirinya mengaku sangat heran pihak PT GML malah mengijinkan pihak luar melakukan aktivitas tambang timah di kawasan kebun sawit PT GML.

Foto : Warga saat sedang berdialog dengan seorang pria (kaos hijau keabu-abuan) diduga merupakan personil TNI AD terkait kegiatan pembukaan lahan tambang di area perkebunan sawit PT GML. (TJI)

“Ada apa di balik ini semua?, masyarakat seolah-olah djpermainkan,” singgung Suryadi.

Selain itu, menurut Suryadi dirinya termasuk sejumlah warga lainnya pun saat ini justru mempertanyakan perihal kabar keberadaan sejumlah personil TNI AD di lokasi rencana kegiatan pertambangan dalam kawasan perkebunan sawit PT GML.

Menurut Suryadi, jika memang mitra PT Timah Tbk berencana membuka lokasi tambang di area kebun PT GML hendaknya melibatkan pula masyarakat di sejumlah desa, sebagaimana kawasan kebun perusahaan itu masuk dalam wilayah masing-masing desa setempat.

Foto: Di sekitar lokasi tambang terlihat jelas telah terbuat sebuah lobang berukuran cukup besar direncanakan sebagai tempat kegiatan penambangan timah. (TJI)

Selanjutnya, siang itu sekitar pukul 11.30 WIB sekitar 25 orang warga dari berbagai desa (Bukit Layang, Dalil, Kayu Besi & Desa Mabat) termasuk Suryadi terlihat beramai-ramai menggunakan kendaraan sepeda motor mendatangi lokasi kawasan perkebunan PT GML tepatnya di Divisi V, Desa Bukit Layang.

Pantauan tim media ini di lokasi kawasan Divisi V, saat itu warga sempat menyaksikan kegiatan penggarapan sebidang lahan di atas lahan kebun sawit PT GML menggunakan alat berat (PC) sedang berlangsung.

Foto: Awal dialog di lokasi tambang dengan antara warga dengan seroang pria berpenampilan preman. (TJI)

Di lokasi itu pun tampak jelas sejumlah pohon kelapa sawit tumbang hingga terlihat nyaris rata di permukaan lahan dan di sekitar lokasi alat berat yang bekerja terdapat lobang besar (lobang camui istilah tambang di daerah – red) diduga bakal dijadikan lokasi tambang.

Berselang waktu kemudian, kehadiran kelompok warga yang dikoordinir oleh Suryadi seketika itu pula mengundang perhatian pihak-pihak yang ada di sekitar lokasi dan didatangi oleh seorang pria bernama Rio diduga merupakan anggota TNI AD namun berpenampilan preman mendatangi warga yang sedang berkumpul di lokasi.

Keberadaan 3 orang personil TNI itu pun mengundang pertanyaan dari warga yang datang ke lokasi tambang. Bahkan salah seorang warga sempat menyinggung perihal penampilan para anggota TNI itu.

“Kalau memang resmi berdinas kenapa mereka tidak pakai seragam. Ini malah berpenampilan seperti preman. Aneh!?,” celetuk salah seorang warga saat itu.

Foto: Pria berkaos hitam dan bertopi, Iwan diduga merupakan personil TNI AD saat sedang berdialog dengan warga di lokasi perkebunan PT GML. (TJI)

Dalam kesempatan itu warga pun langsung menanyakan perihal aktivitas alat berat di lahan perkebunan PT GML. Seketika itu pula pria tersebut mengaku jika lokasi yang sedang digarap itu (kawasan Divisi V) bakal dijadikan lokasi tambang timah oleh perusahaan mitra PT Timah Tbk asal Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Lagi-lagi warga pun mendesak agar bisa dipertemukan dengan mitra PT Timah dengan alasan ingin menanyakan lebih jauh terkait rencana legiatan pertambangan di lokasi perkebunan sawit PT GML. Pria itu pun mengatakan jika perwakilan mitta PT Timah kebetulan tidak ada di lokasi, namun pria ini menjanjikan akan membantu mempertemukan keinginan warga.

Lanjut pria itu, ia sendiri di hadapan warga mengaku asal salah satu Kompi TNI di pulau Bangka dan berada di lokasi itu dikarenakan menjalankan tugas pengamanan saja. Bahkan menurutnya lagi jika pihak PT Timah telah mengetahui rencana kegiatan tambang di dalam kawasan perkebunan PT GML dan telah berkoordinasi dengan pihak Kodam Sriwijaya.

“Pihak PT Timah meminta pengamanan dari Kodam (Kodam Sriwijaya – red) dan saya di sini hanya tugas pengamanan saja,” ungkap pria itu di hadapan warga.

Meski awal dialog warga terlihat agak tegang namun pria itu pun terus berusaha memberikan penjelasan terkait rencana aktivitas tambang yang bakal digarap mittra PT Timah di lokasi kawasan perkebunan sawit PT GML.

Dalam dialog berlangsung, warga sempat mempertanyakan alasan pihak mitra PT Timah tak melakukan sosialiasi kepada masyarakat terkait rencana kegiatan penambangan timah.

Namun tak lama berselang, muncul lagi dua orang pria terlihat berperawakan tegap berpenampilan preman diduga merupakan anggota TNI AD seketika itu terlihat turut menghampiri kerumunan warga. Salah satu pria berpostur tinggi besar (bertopi hitam) diketahui bernama Iwan sempat menanyakan seputar kehadiran warga di lokasi.

Iwan mengatakan serupa jika ia bersama rekannya memang ditugaskan untuk pengamanan rencana kegiatan tambang timah di lokasi perkebunan PT GML. Bahkan ia pun mengaku saat ini belum ada kegiatan penambangan oleh mitra PT Timah melainkan hanya penggarapan sebidang lahan menggunakan alat berat guna persiapan rencana kegiatan pertambangan.

Meski telah dijelaskan warga kembali mendesak agar dapat dipertemukan dengan pihak manajemen mitra PT Timah yang dimaksud. Namun niat untuk dapat bertemu pun tertunda lantaran perwakilan mitra PT Timah siang sedang tidak berada di tempat. Akhirnya, warga pun seketika itu pula membubarkan diri dari lokasi.

Terkait peristiwa siang itu, tim media ini sempat mengkonfirmasi Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Safta Feryansyah, S.E., S.I.P.,M.Han melalui pesan Whats App (WA), Rabu (17/9/2025) sore namun belum ada jawaban. Begitu pula tim media mencoba menghubungi Humas PT Timah Tbk, Anggi Siahaan melalui pesan WA tak ada respon. (RMN/TJI/tim)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *