Foto: Kondisi alur muara Air Kantung, Jelitik Sungailiat kini kondisinya semakin parah mengalami pendangkalan. Akibatnya kapal/perahu nelayan Sungailiat kerap kandas saat melintasi alur muara setempat. (TJI)
TJI,BANGKABELITUNG – Pria berusia paruh baya, Albar (54) warga Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini hanya bisa pasrah.
Seperti biasa, pasokan dari hasil tangkapan ikan para nelayan Sungailiat dalam sepekan bisa mencapai 3 hingga 4 kali didapatkanya, lantaran sehari-sehari dikenal sebagai bos ikan di pelabuhan Kota Sungailiat.
Namun akhir-akhir ini pasokan ikan justru kian hari semakin berkurang, bahkan diakui Albar jika pasokan ikan yang didapatkanya pun kini dalam seminggu cuma 2 kali.
“Jelas kondisi ini sangat berdampak langsung dengan mata pencaharian kami sebagai masyarakat nelayan Sungailiat,’ ungkap Albar kepada tim media ini, Jumat (14/3/2025) siang ditemui di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Siang itu Albar didampingi aktifis Forum Masyarakat Nelayan Pesisir & Sekitarnya (FORMANPIS) Kabupaten Bangka, Heri Ramadhan menyebutkan jika kini berkurangnya pasokan ikan dari para nelayan lantaran akibat dampak dari kondisi alur muara Air Kantung Jelitik, Sungailiat sampai saat ini kembali mengalami pendangkalan yang cukup parah.
*Kapal & Perahu Nelayan Sungailit Bertambat di Dusun Tuing
Lanjut Albar, jikalau kondisi alur muara Air Kantung Jelitik tak mengalami pendangkalan cukup parah maka perahu/kapal nelayan Sungailiat akan leluasa melintasi alur muara setempat saat usai melaut hingga pasokan ikan hasil tangkapan para nelayan pun tak terlambat di tempat penampungan ikan di pelabuhan Sungailiat.
“Jadi kondisi alur muara itu (Muara Air Kantung — red) menjadi hambatan bagi para nelayan Sungailiat hingga berujung pasokan ikan pun kini berkurang,” sesal Albar.
Akibat kondisi alur muara setempat parah maka sebagian besar nelayan asal Sungailiat kini terpaksa menambatkan perahu/kapal di lokasi kawasan pelabuhan Tuing, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.
“Sekarang ini para nelayan Sungailiat usai melaut perahu atau kapal–kapalnya ditambat di pelabuhan Tuing Mapur, lokasinya cukup jauh dari sini (Sungailiat — red), mereka (para nelayan Sungailiat – red) terpaksa parkir perahu dan kapal-kapal mereka di Tuing,” terangnya.
Tak cuma itu kesulitan yang dialami para nelayan Sungailiat, Bangka. Bahkan belum lama ini sempat terjadi sebuah perahu milik nelayan terbuat dari kayu mengalami kandas tepat di lokasi sekitar mulut muara Air Kantung, Jelitik.
Akibatnya, perahu tersebut saat itu tak dapat melalui alur muara setempat akibat kondisi alur waktu itu mengalami pendangkalan cukup parah. Para nelayan saat itu hanya bisa pasrah.
Kejadian itu pun sempat menyita perhatian para aktivis asal Formanpis Kabupaten Bangka. Akhirnya pihak aktivis Formanpis pun berupaya mencari bantuan kepada pihak swasta (PT Cahaya Baru Jelitik) guna menggali alur muara setempat.
“Sehingga alhasil perahu nelayan Sungailiat yang kandas tersebut bisa melanjutkan perjalanan pulang,” kata Albar.
Meski begitu, Albar termasuk nelayan lainnya tak lupa mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak Formanpis Bangka termasuk pihak swasta PT Cahaya Baru Jelitik yang telah membantu nelayan saat mengalami musibah baru-baru ini sebuah perahu kayu kandas saat melintasi alur muara setenpat.
Kembali Albar menegaskan jika sampai saat ini pihaknya masih berharap perhatian serius dari pihak pmerintah daerah termasuk pihak swasta yang memang berniat membantu menyelesaikan masalah keluhan masyarkat nelayan Sungailiat terkait pendangkalan alur muata Air Kantung, Jelitik.
Bahkan diakui Albar jika sebelumnya pihaknya pun tak mempermasalahkan jika ada mitra PT Timah berniat ingin melakukan aktifitas penambangan pasir timah di sekitar alur muara setempat termasuk pihak Formanpis Bangka pun merasa tak keberatan jika mitra PT Timah melakukan kegiatan penambangan.
“Namun dengan catatan prioritaskan pendalaman untuk alur muara Air Kantung Jelitik itu,” ucap Albar.
Hanya saja wacana rencana penambangan timah di lokasi sekitar alur muara setempat itu pun kini tertunda diduga lantaran tak disetujui pihak Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) termasuk pihak intansi PPN Sungailiat.
“Yang sangat kami sesalkan pihak PPN Sungailiat terkesan tak berpihak kepada masyarakat nelayan Sungailiat. Selama ini apa reaksi intansi tersebut, bertahun-tahun nasib nelayan seperti ini,” sesal Albar.
Sebaliknya, tegas Albar jika dalam waktu dekat tak ada respon positif dari pihak pemerintah daerah termasuk intansi terkait lainnya, maka ia bersama masyarakat nelayan Sungailiat termasuk pihak Formanpis Bangka berencana akan menggelar aksi demo besar-besaran.
Terkait keluhan masyarakat nelayan Sungailiat ini, tim media ini masih mengupayakan konfirmasi ke pemerintah daerah termasuk sejumlah intansi terkait lainnya maupun pihak PPN Sungailiat. (RMN/TJI/Ryn)
Nasib Nelayan Sungailiat Kini, Pasokan Ikan Berkurang Akibat Alur Muara Mengalami Pendangkalan
