Foto: Heri Ramadani. (TJI)
TJI,BANGKABELITUNG – Masyarakat nelayan Sungailiat, Kabupaten Bangka dan sekitarnya sampai saat ini masihlah mendambakan alur muara Air Kantung, Jelitik Sungailiat kembali normal sehingga kapal/perahu para nelayan pun dapat leluasa melintasi alur muara setempat tanpa ada rasa cemas kapal/perahu akan kandas.
Sebelumnya, sempat muncul wacana di kalangan masyarakat, jika nelayan Sungailiat saat ini justru sempat membuka peluang kepada pihak swasta khususnya kepada mitra PT Timah Tbk untuk melakukan kegiatan penambangan biji Timah di kawasan muara Air Kantung.
Bahkan ketua Forum Masyarakat Nelayan Pesisir Sungailiat & Sekitarnya (Formanpis) Kabupaten Bangka, Heri Ramadhan sempat menegaskan terkait wacana peluang kepada Mitra PT Timah Tbk untuk kegiatan penambangan timah di kawasan muara Air Kantung.
“Silahkan kalau memang ada pihak swasta atau mitra PT Timah mau kerja (nambang di kawasan alur muara Air Kantung – red), namun dengan catatan prioritaskan kegiatan pendalaman alur muara itu terlebih dahulu,” kata Heri kepada tim media ini beberapa waktu lalu.
Alasan Heri pihaknya mendukung wacana tersebut mengingat kondisi alur muara Air Kantung, Jelitik Sungailiat sampai saat ini masihlah dikeluhkan masyarakat nelayan setempat lantaran kondisi alur muara tersebut mengalami pendangkalan sangat parah hingga kapal/perahu kerap kandas.
Tak cuma itu, upaya perjuangan demi kepentingan masyarakat nelayan Sungailiat, menurut Heri pihak Formanpis Bangka sebelumnya sempat berkirim surat secara resmi kepada PT Timah ditembuskan kepada Pj Bupati Bangka.
Isi surat tersebut kata Heri yakni meminta bantuan kepada PT Timah agar dapat melakukan pengerukan alur muara setempat melalui perusahaan nitra PT Timah terkait kondisi alur muara Air Kantung Jelitik sampai saat ini masihlah mengalami pendangkalan cukup parah.
“Saya pikir PT Timah justru memiliki peran penting dalam solusi mengatasi masalah pendangkalan alur muara Air Kantung,” terang Heri.
Namun sayangnya menurut Heri wacana terkait rencana kegiatan penambangan oleh mitra PT Timah justru sempat menuai penolakan dari pihak Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP) termasuk pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat.
Sebaliknya, Heri termasuk masyarakat nelayan Sungailiat saat ini sangat berharap agar pihak-pihak terkait dapat duduk bersama dengan PT Timah Tbk, sehingga persoalan alur muara Air Kantung, Jelitik dapat teratasi dengan baik.
“Mari kita kesampingkan sifat ego untuk kepentingan perorangan atau pun kelompok. Pikirkan kepentingan masyarakat nelayan Sungailiat ini,” tegas Heri mengingatkan.
Lanjutnya, dalam hal ini pihak PPN Sungailiat dapat mengundang pihak PT Timah termasuk intansi terkait lainnya guna membahas persoalan alur muara Air Kantung Sungailiat. Oleh karenanya Heri pun berharap agar pihak PPN Sungailiat dapat memberi ruang kepada pihak PT Timah demi semata-mata kepentingan kehidupan masyarakat Sungailiat & sekitarnya.
Sementara pantauan tim media di lapangan atau di lokasi sekitar kawasan alur muara Air Kantung baru-baru ini terlihat ada aktifitas pendalaman alur menggunakan sarana alat berat.
Informasi dihimpun tim media ini menyebutkan jika aktifitas pendalaman alur muara setempat tak lain atas inisiatif serta pertisipasi dari sebagian masyarakat nelayan setempat meski saat ini kondisi perekonomian masyarakat nelayan sedang lesu. (RMN/TJI/Tim)