Foto : Kondisi bahu jalan yang dikerjakan kontraktor kini mengalami kerusakan cukup parah. (Ags)
TJI,BANGKABELITUNG – Kegiatan proyek pekerjaan rehabilitasi minor ruas bahu jalan di salah satu desa wilayah Kabupaten Bangka dikerjakan terkesan ‘asal-asalan’ oleh pihak pelaksana atau kontraktor.
Hal ini terlihat dari hasil pantauan tim investigasi jejaring The Journal Indonesia baru-baru ini di lapangan tepatnya di Desa Banyu Asin, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara itu, berdasarkan pengamatan jejaring media ini di lokasi proyek atau tepatnya di sepanjang ruas jalan Desa Banyu Asin, Riau Silip tampak bagian sisi bahu ruas jalan setempat terlihat telah mengalami keretakan cukup parah.

Foto : Kerusakan sisi ruas bahu jalan sangat memprihatinkan sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan para pengguna jalan. (Ags)
Semestinya, pihak pelaksana proyek (kontraktor) harus memperhatikan secara serius semua aspek yang berkaitan dengan pekerjaan minor pada proyek jalan, agar konstruksi jalan dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan.
Sepintas pekerjaan tersebut terlihat jelas, antara lain pada bagian sisi kanan – kiri ruas jalan setempat dibangun menggunakan campuran bahan semen namun kondisinya kini mengalami keretakan cukup parah.
Jejaring tim media ini pun sempat mencoba mengukur ketebalan kondisi fisik semen diperkirakan ketebalan sekitar 5-6 centi meter (cm).

Foto : Beton jalan dilapisi bahan semen ini terkesan dikerjakan asal-asalan sehingga mudah roboh atau hancur. (Ags)
Terkait kondisi itu, jejaring media The Journal Indonesia pun sempat menanyakan ke sejumlah warga di lingkungan setempat.
Menurut keterangan warga jika kondisi pekerjaan minor rehabilitasi ruas khususnya terdapat di Desa Banyu Asin justru sebelumnya sempat dilakukan perbaikan sebanyak 2 kali lantaran sebelumnya pun sempat mengalami kerusakan gegara sebuah mobil penjual buah-buahan parkir di sisi jalan.
“Sudah dua kali perbaikan kondisi pekerjaan proyek itu, tempo hari gara-gara ada mobil buah parkir di sisi ruas jalan itu sehingga kondisi ruas sisi jalan itu mengalami kerusakan,” sebut seorang warga kepada jejaring media ini belum lama ini ditemui di lokasi.
Menurut warga ini lagi, jika proyek pekerjaan pembangunan bahu jalan sepanjang jalan di desa setempat sesungguhnya telah dilaksanakan sejak setahun yang lalu.
*Dikerjakan Dua Perusahaan di Lokasi & Tahun Anggaran Yang Sama
Dalam kesempatan tersebut jejaring tim The Journal Indonesia pun sempat mendokumentasikan hasil pekerjaan proyek tersebut dengan cara memvideokan beberapa bagian sisi ruas bahu jalan yang rusak.
Sementara informasi berhasil dihimpun tim investigasi The Journal Indonesia di kalangan menyebut jika kegiatan proyek rehabilitasi minor ruas jalan Desa Banyu, Riau Silip merupakan bagian dari proyek rehabilitasi minor ruas jalan Tanjung Gudang – Lumut – Puding Gebak.
Sedangkan kegiatan proyek ini bersumber dari dana APBN tahun 2023, namun ironisnya proyek serupa dikerjakan justru oleh dua perusahaan (kontraktor) di lokasi yang sama, masing-masing menelan anggaran rata-rata di atas Rp 1 Milyar, akan tetapi hasil pekerjaan justru kini kondisinya sangatlah memprihatinkan hingga patut diduga sarat masalah.
Bahkan informasi terbaru diperoleh tim jika pada tahun 2024 ini kegiatan proyek serupa kembali dilaksanakan atau dikerjakan oleh salah satu perusahaan kontraktor namun dengan anggaran sekitar Rp 1 Milyar lebih.
Sekedar diketahui, pekerjaan rehabilitasi minor merupakan upaya mempertahankan kondisi jalan sesuai dengan umur rencana atau rehabilitasi minor merupakan tindakan pemeliharaan jalan yang lebih intensif yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan.
Dalam proyek rehabilitasi minor jalan, peran pekerjaan minor sangatlah penting. Pekerjaan minor meliputi seluruh kegiatan pembangunan jalan yang kecil dan cukup sederhana, tetapi tetap dibutuhkan untuk menunjang kelancaran konstruksi dan keamanan pengguna jalan
Beberapa contoh pekerjaan minor pada proyek jalan antara lain pembuatan trotoar, jembatan penyeberangan orang, fasilitas penyeberangan zebra cross, perbaikan jalan kecil, dll. Meskipun pekerjaan minor terlihat kecil, tetapi dampaknya terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sangat besar.
Sejauh ini tim investigasi The Journal Indonesia masih mengupayakan konfirmasi ke pihak-pihak terkait termasuk pihak intansi Satker yang menaungi kegiatan proyek minor rehabilitasi jalan khusus di wilayah Desa Banyu Asin, Riau Silip kini mengalami kerusakan cukup parah. (TJI team/RMN)


