Foto: Ilustrasi tindak pengeroyokan. (net)
TJI,BANGKABELITUNG – Pihak Polresta Pangkal.Pinang akhirnya mengamankan sedikitnya 4 orang diduga sebagai pelaku tindak pengeroyokan baru-baru ini terjadi di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kep Bangka Belitung. Para pelaku tersebut masing-masing diketahui berinisial RU, Ba, Wa dan Is.
Meski begitu seorang korban, Why (28) warga Gang Nipah IV lingkungan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan, Kota Psngkal Pinang dirinya justru mengaku merasa tak puas lantaran masih ada para pelaku lainnya belum diamankan atau ditahan penyidik Satreskrim Polresta Pangkal Pinang.
“Baru 4 orang pelaku yang sudah diamankan pihak Satreskrim Polresta Pangkal Pinang. Masih ada sekitar 5 orang lagi para pelaku yang belum dilakukan penahanan. Kok bisa?,” ungkap Why kepada tim media ini, Kamis (22/10/2026) malam di Pangkal Pinang.
Alasan korban hingga berasumsi negatif terkait kinerja penyidik yang menangani kasus tersebut lantaran sebelumnya korban (Why) sempat mengungkapkan di hadapan penyidik Satreskrim Polres Pangkal Pinang jika para pelaku lainnya berjumlah 5 orang itu cukup dikenalnya dan diduga kuat turut terlibat saat kejadian pengeroyokan sekaligus tindak kekerasan terjadi di kediaman sang pacarnya, SC (32).

Foto: Kondisi korban Why saat sedang menjalani perawatan serius oleh tim medis RSBT Pangkal Pinang. (ist)
“Saat saya dimintai keterangan di hadapan penyidik Satreskrim Polresta Pangkal Pinang nama-nama para pelaku pengeroyokan itu sudah saya ungkapkan, sehingga saya sendiri pun bingung kenapa cuma 4 orang saja yang ditahan, sementara pelaku lainnya tak ditahan?,” terang korban. Tambahnya, lima orang para pelaku lainnya menurut Why saat ini terlibat masing-masing berinisial AR, Ihm, Al, Ri & Mo.
Bahkan yang membuatnya tak habis pikir yakni soal salah satu pelaku berinisial Is kini ikut ditahan oleh penyidik Satreskrim Polresta Pangkal Pinang justru diyakininya Is sama sekali tak terlibat dalam kejadian aksi pengeroyokan bersama para pelaku lainnya.
*Seorang Pelaku Diduga Alami Gangguan Mental
Senada diungkapkan sang pacar Why, SC (32) yang mengaku turut menjadi korban tindak kekerasan saat kejadian serupa, bahkan sang pacar Why ini malah mengaku jika Is itu tak lain merupakan salah satu kakak kandungnya dan diketahuinya namun memiliki gangguan mental.
“Saya sendiri pun kaget setelah mendengar kabar salah satu kakak kandung saya yakni Is turut ditahan penyidik Satreskrim Polresta Pangkal Pinang. Padahal setahu saya dia (Is – red) memiliki penyakit ganguan mental,” tutur Fan kepada tim media ini.
Kendati begitu, SC tak menampik jika dalam kasus pengeroyokan terhadap Why dan dirinya di waktu yang sama memang salah satu kakak kandungnya nomor empat berinisial Wa diyakininya sempat memukul kepalanya dengan raket elektrik pembasmi nyamuk
hingga raket pun rusak dan patah.
“Saat kejadian malam itu justru kakak saya yakni Wa sempat memukul kepala saya dengan raket elektrik pembasmi nyamuk hingga raketnya patah. Jadi Is kakak saya nomor dua justru tak terlihat melihat melakukan tindakan kekerasan apapun bahkan saat kejadian Is datang ke lokasi TKP paling akhir,” terang SC mencoba mengingatkan kejadian yang dialaminya malam itu.
*Korban Mengaku Kehilangan Emas & Uang
Tak cuma itu, ia termasuk Why saat ini mengaku masih kecewa terhadap kinerja tim penyidik Satreskrim Polresta Pangkal Pinang dalam menangani kasus ini. Alasannya, lantaran kasus dugaan tindak kekerasan & penganiayaan terhadap dirinya diduga tak naik ke penyidikan pasca pelaporan.
Selain itu, pasca kejadian diakuinya jika ia telah kehilangan emas sebesar 20 mata dan kalung emas putih termasuk sang pacarnya (Why) pun mengaku kehilangan sejumlah uang.
Bahkan ia sendiri sampai saat ini belum menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari penyidik Satreskrim Polresta Pangkal Pinang. Padahal dalam laporan secara resmi di hadapan penyidik jika salah satu pelaku lainnya tak lain mantan suaminya, Ud (49).
Masih dalam kronologis kejadian, SC mengaku ia dituding berbuat telah zina dengan Why padahal malam itu SC mengaku berada dalam rumah dan Why tidur di teras luar rumah, namun dirinya dipaksa mengaku berzinah dengan SC oleh Ud.
“Di kamar juga mantan suami (Ud – red) nyusul lagi dipaksa ngaku berzina. Lalu saya bilang dk de (tidak ada – red) dia marah pukul lagi, dk tau lagi siape yg nerajang (nendang – red) krn posisi sayai lindungi kepala, kakak saya juga (Wa -red) smpai raket e patah,” kata SC.
Is sendiri menilai jika peristiwa pengeroyokan sekaligus kekerasan terhadapnya dan pacarnya (Why) diyakininya lantaran Ud sang mantan suami masih menyimpan rasa cemburu meski saat ini terhitung sudah 3 tahun bercerai secara resmi dengannya.
“Saat kejadian malam itu Why sempat dipukul menggunakan kotak tisu yang terbuat dari bahan kayu jati,” kata SC.
Bahkan Ud-lah diduga sebagai ‘otak atau aktor utama’ diduganya sebagai biang pemicu kejadian tindakan pengeroyokan dengan kekerasan di kediamannya beberapa waktu hingga sang pacar Why saat ini mengalami gangguan kesehatan khususnya pada bagian kepala lantaran mati rasa.
“Dia (Why – red) ngeluh ke saya katanya kepala bagian yang sakit itu mati rasa, terkadang demam,” ungkap SC. Ia pun menambahkan saat kejadian di kediamannya justru telah terpasang kamera CCTV namun bukan dirinya yang memasang melainkan Ud. CCTV ini terpasang diketahuinya justru di hari kejadian.
Sementara itu, Kapolresta Pangkal Pinang melalui Kasat Reskrim, AKP Ogan Arif Teguh Imani membenarkan jika pihaknya telah mengamankan para pelaku pengeroyokan & tindak kekerasan (RU, Ba, Wa dan Is).
“Sudah ditahan,” jawab Ogan melalui pesan singkat/Whatsapp (WA) diterima, Kamis (22/10/2026) malam. Namun sayangnya Ogan tak dapat menjawab saat disinggung tim media soal para pelaku lainnya (sebanyak 5 orang) sampai saat ini belumlah dilakukan penahanan.
Sebagaimana berita pernah dilansir media ini menyebutkan jika peristiwa tindak pengeroyokan sekaligus kekerasan ini terjadi, Sabtu (19/9/2026) pagi sekitar pukul 02.30 WIB di kediaman sang pacar (SC)i tepatnya di gang Gurame, Kelurahan Gabek I, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang.
“Pagi itu adik saya (Why -red) dalam posisi sedang tertidur di teras rumah pacarnya. Namun tak disangka tiba-tiba datanglah sejumlah warga dan diduga langsung memukul adik saya,” ungkap kakak kandung korban (Why), Nov kepada wartawan, Jumat (25/9/2026) malam di Pangkal Pinang.
Saat kejadian pun Why sempat mengalami pemukulan dari sejumlah para pelaku antara lain Ud dan Wa. Akibat kejadian tindak kekerasan dan pengeroyokan terhadap dirinya, Why (korban) mengaku mengalami luka robek pada bagian pelipis kiri dan kanan.
Pagi itu juga korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat hingga lukanya pun mesti dijahit atau pengobatan serius oleh tim medis Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkal Pinang.
Why pun mengaku alasan dirinya sengaja tidur di teras kediaman sang pacar, Sabtu (19/9/2026) sesunguhnya atas inisiatif dirinya dan rasa penasaran terkait kejadian ada orang diduga kedapatan mengintai situasi rumah SC secara sembunyi-sembunyi.
Bahkan SC mengaku kerapkali mendapatkan dua orang pria berboncengan motor lewat di depan kediamannya seperti sedang memantau situasi kediamannya hingga membuatnya merasa tak nyaman dan ketakutan.
“Setelah saya cek ternyata orang-orang yang berboncengan itu suruhan Ud,” kata SC.
Dalam kejadian tersebut Why mengaku masih ingat jika dirinya tak saja mendapat perlakuan kasar hingga pemukulan oleh sekelompok pria diduganya merupakan masih keluarga pelaku (Ud). Bahkan mantan suami pacarnya (Ud) juga terlibat. Saat aksi kekerasan terhadapnya kata Why, salah satu pelaku (Ud) terlihat menggunakan benda berupa helm dan benda tumpul lainnya untuk memukul kepalanya.
Selain itu, pelaku Ud kerap mengganggu kenyamanan dirinya lantaran menurut SC jika Ud kerapkali menghubungi dirinya (via phone seluler) dengan maksud merayu dan mengajak zinah atau hubungan suami-istri padahal mereka sesungguhnya tak ada lagi ikatan resmi pasangan suami-istri sejak 3 tahun lalu bercerai.
“Bahkan terhitung hampir 1 bulan dari Agustus hingga 18 September 2026 atau akhir kejadian Ud sering datang ke rumah dan mengajak saya berzina dan an itu ada buktinya,” papar SC.
Terkait kasus pengeroyokan & kekerasan oleh sejumlah warga terhadap Why & SC tim masih mengupayakan konfirmasi ke sejumlah pihak-pihak terkait dan memberikan ruang hak jawab/klarifikasi demi mengedepankan perimbangan berita serta mempedomani kode etik jurnalis. (TJI/tim)


