TJI,BANGKABELITUNG – Advokat Budiyono SH asal Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akhirnya meminta maaf atas pernyataan dirinya yang menuding seorang anggota DPR RI, Rudianto Tjen (RT) terlibat dalam kasus dugaan perambahan kawasan mangrove untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.
“Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada bapak Rudianto Tjen atas pernyataan miring dan menuding beliau (RT – red) terlibat dalam kasus dugaan perambahan kawasan mangrove untuk perkebunan sawit di Desa Bukit Layang,” kata Budiyono dalam siaran pers yang disampaikanya, Selasa (3/9/2026) malam.
Bahkan Budiyono mengaku sangat menyesal atas sikap dan perbuatan yang sengaja dilakukanya hingga berdampak buruk terhadap nama baik, integritas maupun kredibilitas politisi asal PDI Perjuangan (RT) sebagai tokoh masyarakat Bangka Belitung kini duduk di kursi Komisi I DPR RI.
Selain itu, Budiyono pun lagi-lagi mengaku dirinya sangat menyesal pula telah menuding RT sebagai anggota DPR RI memiliki harta kekayaan sangat tidak wajar hingga RT pun sempat dilaporkanya ke lembaga anti rasua (KPK).
Untuk diketahui,, tudingan miring soal perambahan kawasan hutan di Desa Bukit Layang maupun tudingan jika RT sebagai anggota DPR RI memiliki harta kekayaan tak wajar termasuk video singkat saat Budiyono melaporkan RT ke KPK sempat diunggah melalui media sosial (VT) di akun Tik Tok pribadi miliknya maupun pemberitaan di sejumlah media daring hingga berujung ia dilaporkan RT ke pihak kepolisian (Polda Babel).
Akibatnya, buntut dari laporan ke pihak kepolisian tersebut Budiyono kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Subdit Siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Babel terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-Undang ITE.
Meski begitu diakui Budiyono jika awal kejadian dirinya melalui tayangan video di Tik Tok (VT) berlokasi di lahan perkebunan sawit di Desa Bukit Layang tak lain lantaran dirinya sebelumnya telah menerima laporan masyarakat desa setempat selain alasan karena menjalankan profesi sebagai seorang advokat.
Namun akibat kelalaian dan kurang teliti menerima informasi yang tidak utuh dari masyarakat sehingga hal ini pun berdampak merugikan nama baik RT sebagai anggota DPR RI.
Walau bagaimana pun sebagai manusia menurut Budiyono dirinya tentu tak luput pula dari kekhilafan dan kekeliruan. Sebaliknya di matanya, RT merupakan sosok seorang guru yang patut dijadikan contoh tauladan oleh masyarakat Bangka Belitung.
“Bahkan bapak Rudianto Tjen pun merupakan sosok seorang guru politik. Ada pun kesalahan atau kekeliruan yang telah saya lalukan sehingga akhirnya berdampak buruk terhadap diri bapak RT sesungguhnya tak patut saya lakukan,” sesal Budiyono.
Terlebih awal dirinya terjun ke dunia politik, justru RT-lah dianggap Budiyono merupakan orang yang pertama mengenalkanya soal politik atau sosok seorang guru politik baginya.
Begitu pula, kendati dirinya sempat dilaporkan RT ke pihak kepolisian atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE justru dianggapnya tak lain sebagai pembelajaran yang sangat berharga dari seorang guru kepada anak didiknya.
“Saya anggap ini merupakan pelajaran sangat berharga dalam kehidupan diri saya. Ini contoh seorang guru memberikan teguran keras kepada seorang anak didiknya dan saya pun harus menerimanya dengan ikhlas,” terang Budiyono.
Pertimbangan permohonan maaf ditujukan kepada RT tersebut ditegaskan Budiyono tak lain guna menjaga kondusifitas keamanan di daerah Bangka Belitung serta mengantisipasi terjadinya kegaduhan di kalangan masyarakat selain atas pertimbangan kesadaran diri serta keikhlasan dari hati nuraninya yang terdalam.
Tak lupa Budiyono pun menyampaikan permohonan maaf pula kepada pihak-pihak terkait maupun parpol yang telah membesarkan RT termasuk para simpatisan pendukung RT di Bangka Belitung yang mungkin merasa kecewa atas perbuatan dan kekhilafan dilakukannya itu baik sengaja maupun tidak sengaja. (RMN/TNI/Red)
Budiyono SH : “Rudianto Tjen Sosok Seorang Guru Bagi Saya.. “


