Ternak Ayam Millik Desa Dekat Pemukiman Dikeluhkan Warga

Foto: Inilah suasana tempat peternakan ayam petelur yang dibangun oleh pihak Desa Air Ruai berlokasi diduga lahan hutan produksi selain dikeluhkan warga. (TJI)

TJI,BANGKABELITUNG – Usaha ternak ayam jenis petelur saat ini diduga dikelola pihak badan usaha milik desa (Bumdes), Desa Air Air Ruai, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini menuai protes atau keluhan warga.

Sebagaimana hal ini diungkapkan seorang warga yang menetap di lingkungan jalan Tarakan, Dusun Air Raya, Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Suhendra (43) alias Day kepada tim media ini.

Menurut Day, pembangunan kandang ayam tersebut dinilainya cukup dekat dengan tempat tinggalnya dan telah berlangsung hampir 2 (dua) bulan.

“Namun sejak keberadaan kandang ayam di lingkungan sini, rumah saya banyak dihampiri lalat, dan ini sangat mengganggu kenyamanan kami dan warga di sini,” ungkap Day, Rabu (22/4/2026) di Kota Sungailiat.

Mirisnya lagi, lokasi atau lahan tempat ternak ayam petelur yang dibangun pihak desa itu menurut penuturan Day diduga merupakan kawasan hutan produksi (HP).

Saat disinggung apakah ada kegiatan sosialisasi sebelumnya dari pihak desa (Desa Air Ruai) terkait pembukaan usaha ternak ayam petelur oleh BUMDes Air Ruai terhadap warga yang menetap di lingkungan setempat dan sekitarnya, namun hal itu tak dibantahnya.

Meski demikian justru pihak Bumdes setempat hanya melakukan sosialiasasi terhadap warga yang berdomisili atau berjarak 20 meter dari lokasi tempat usaha ternak ayam tersebut.

“Kegiatan sosialisasinya tidak merata cuma tertentu saja yang jaraknya 20 meter sedangkan kami warga yang menetap jaraknya 50 meter dari lokasi kandang ayam justru tidak dilakukan. Padahal kami juga merasa terdampak,” terang Day.

Sementara informasi berhasil dihimpun tim media ini di lapangan menyebutkan pembangunan tempat usaha peternakan ayam petelur oleh pihak Desa Air Ruai menyerap anggaran yang tak sedikit hingga diperkirakan mencapai angka Rp 200 juta.

Terkait keberadaan usaha ternak ayam petelur oleh pihak Bumdes Air Ruai ini serta keluhan warga di lingkungan jalan Tarakan lingkungan Dusun Air Raya tim media ini masih mengupayakan konfirmasi ke kepala desa (Kades) Air Ruai termasuk pihak-pihak lainnya.

(RMN/TJI/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *