TJI,BANGKA BELITUNG – Aktifitas penambangan biji timah di sekitar sepadan perairan Jelitik, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini kembali menuai protes dari pelaku usaha pariwisata.
Pasalnya, aktivitas tambang yang menggunakan sarana kapal isap produksi (KIP) termasuk sarana ponton isap produksi (PIP) beroperasi di perairan Jelitik Sungailiat diduga telah masuk dalam kawasan zona pariwisata hingga berdampak terhadap usaha jasa hotel Bangka Bay Resort (BBR).
Sebelumnya pun pihak pengelola hotel setempat (manajemen hotel BBR) sempat mengeluhkan terkait aktifitas tambang di perairan itu, baik menggunakan sarana KIP maupun PIP lantaran dianggap sangat mengganggu kondisi objek wisata di kawasan setempat.

“Sudah sering kejadian seperti ini dan kini kembali lagi terulang. Aktifitas tambang ini cukup dekat dengan lokasi bibir pantai depan hotel BBR. Kondisi ini tentunya berdampak buruk kondisi wisata pengembangan wisata di daerah. Apalagi kawasan di sini masuk dalam kawasan daerah pariwisata,” kata Lia (71) pengelola hotel BBR, Kamis (30/4/2026).
Disesalkan Lia, aktifitas tambang timah di kawasan perairan setempat yang dianggapnya cukup dekat dari bibir pantai lokasi hotel BBR itu dianggapnya telah berlaku semena-mena tanpa memikirkan kondisi lingkungan sekitar maupun para pelaku usaha jasa pariwisata di daerah setempat.

“Setidaknya mereka (pelaku tambang – red) harus berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya tidak asal bekerja di lokasi itu termasuk dengan pihak para pelaku usaha pariwisata maupun perhotelan meski aktifitas penambangan mereka telah memiliki perijinan resmi,” ungkapnya.
Lia pun sangat berharap hendaknya aktifitas penambangan timah di kawasan perairan setempat tetap memperhatikan kondisi lingkungan tanpa mengabaikan pihak-pihak lainnya yang memiliki kepentingan dalam usaha jasa pariwisata.
Sementara menurut keterangan warga di lingkungan setempat menyebutkan, aktifitas tambang di lokasi perairan itu telah berlangsung lebih dari dua pekan, bahkan aktifitas penambangan terkadang terlihat sangat dekat dengan bibir atau sepadan pantai depan hotel BBR.

Pantauan tim media ini di lapangan, Kamis (30/4/2026) siang di kawasan peraian setempat, diperkirakan tak lebih dari 1 mil terlihat cukup jelas keberadaan 2 unit KIP termasuk sejumlah PIP diduga sedang beroperasi. Aktifitas penambangan di lokasi setempat diduga dikerjakan oleh mitra PT Timah Tbk.
Terkait aktifitas tambang di lokasi perairan ini termasuk keluhan pihak pengelola hotel BBR, tim media mencoba menghubungi pengawas tambang (wastam) PT Timah Tbk perairan Sungailiat, Wendi Isjana justru dirinya mengaku akan melakukan pengecekan terlebih dahulu ke lapangan.
“Baik pak ryan..kmi croscheck dlu (tambang PIP – red) ,” kata Wendi melalui pesan Whats App (WA), Kamis (30/4/2026) siang.
Diterangkanya, dalam pengecekan nanti di lokasi pihaknya akan mengetahui para penambang apakah menggunakan PIP gear box, manual atau sistem selam yang tak memiliki perijinan resmi.
Sebaliknya khusus untuk kegiatan penambangan laut dilakukan 2 unit KIP di lokasi perairan itu menurutnya kewenangan pihak pengawas KIP dan pihaknya.
Tak cuma itu, tim media pun sejauh ini pun masih mengupayakan konfirmasi ke pengawas tambang KIP wilayah perairan Sungailiat PT Timah Tbk termasuk para pihak pelaku tambang terkait. (RMN/TJI/tim)


