Hendak Menyanting Timah Pria Ini Ditemukan Tewas Mengambang
TJI,BANGKABELITUNG – Seorang pria bernama Khairullah dikenal dengan sebutan nama Kanjeng (54) dikabarkan tewas lantaran diduga mengalami musibah saat sedang mengambil jatah cantingan pasir timah dari kegiatan penambangan ilegal di kawasan daerah aliran sungai Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kep Bangka Belitung.
Informasi dihimpun sementara tim media menyebutkan kejadian tersebut, Selasa (3/11/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB di kawasan sungai Jade. Malam itu, Kanjeng diketahui merupakan warga asal Dusun I, Desa Jade ini awalnya bermaksud ingin mengambil jatah cantingan pasir timah di sejumlah ponton tambang ilegal yang beroperasi menambang timah di lokasi setempat.
Sejumlah ponton tambang malam itu sedang berada di perairan sungai setempat namun justru nasib naas dialami Kanjeng malam itu. Sebab tanpa diduganya ia terjatuh lantaran akibat kakinya tergelincir dari atas ponton tambang.
Sayangnya belum diketahui apa yang menjadi penyebab utama si pria ini (Kanjeng) tewas hingga ditemukan dalam keadaan jasadnya mengambang di atas air sungai setempat.
Sementara itu, Kapolres Bangka AKBP Indra F Dalimunthe membenarkan jika pria yang dikabarkan tewas itu (Kanjeng), Selasa (3/11/2026) malam mendapat musibah lantaran terjatuh ke sungai Jade, namun Indra menegaskan jika pria itu bukanlah pekerja tambang melainkan warga yang kerjanya hanya sebagai mengambil cantingan pasir timah.
“Bukan pekerja tambang tapi masyarakat penyanting,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi melalui pesan Whats App (WA), Rabu (5/11/2026) siang.

Foto: Jenazah Kanjeng saat tiba di rumah duka. (ist)
Sekedar diketahui, aktifitas tambang ilegal timah di kawasan DAS Jade dan sekitarnya sebelumnya kerap dilakukan giat penertiban pihak kepolisian daerah, namun para oknum pelaku tambang justru terkesan tak jera. Mirisnya, aktifitas tambang ilegal di DAS setempat berjumlah diperkirakan mencapai ratusan unit ponton.
Bahkan isu miring pun merebak di kalangan masyarakat penambang jika aktifitas tambang ilegal di lokasi DAS Jade disebut-sebut telah terkoordinir hingga melibatkan segelintir oknum aparat, hal ini pun terbukti lantaran aktifitas tambang ilegal di lokasi ini pun kemarin masih beroperasi hingga akhirnya kini meninggalkan kisah pilu.
Sekedar diketahui, istilah ‘canting’ di kalangan masyarakat tambang rakyat atau pertambangan timah di Bangka Belitung adalah aktivitas masyarakat mengumpulkan atau mencari sisa-sisa pasir timah dari limbah penyaringan (sakan).
Masyarakat melakukan penyantingan timah dengan cara membawa wadah kecil (seperti gelas plastik atau mangkok) untuk menyendok pasir hitam sisa buangan penambang utama, lalu menyaringnya kembali untuk mendapatkan sedikit bijih timah.
* Korban Pengidap Penyakit Asma
Peristiwa memilukan menimpa diri Kanjeng memang tak diharapakan, namun takdir berkata lain. Almarhum sebelum mengalami musibah diduga mengidap penyakit asma. Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Merawang, Iptu William F Situmorang.
“Menurut saksi ada riwayat asma,” kata Kapolsek melalui pesan WA, Rabu (4/11/2026) siang.
Wiliam pun menegaskan jika almarhum (Kanjeng) bukanlah pekerja tambang di lokasi perairan atau DAS Jada Bahrin melainkan hanya masyarakat biasa.
Ia menambahkan saat kejadian malam itu, kondisi air sungai Jade terbilang mengalami pasang hingga diperkirakan kedalaman sungai mencapai sekitar 3 meter.
“Pada saat kejadian, posisi air sedang pasang dan diperkirakan kedalaman 3 meter,” terangnya.
Namun Kapolsek kembali menegaskan jika dirinya belum mengetahui jelas maksud dan tujuan almarhum (Kanjeng) datang ke lokasi kejadian (TKP).
“Untuk tujuan alm datang ke lokasi belum diketahui masih penyelidikan posisi saat kejadian gelap pak dan hampir semua org sudah tidak bekerja,” pungkasnya.
(TJI/tim)