TJI,JAKARTA – Kreativitas dan inovasi menjadi modal utama dalam menghasilkan nilai tambah (atau keunikan) untuk suatu karya. Terlebih penerapan nyata atau eksekusi dari ide-ide kreatif tersebut bisa menghasilkan produk, layanan, atau solusi yang bermanfaat.
Seperti halnya dilakukan oleh seorang mahasiswa di Indonesia memiliki ide membuat es krim cokelat dari hewan jangkrik. Kreasi ini dikembangkan Andrea Zefany Wirjolukito, mahasiswa Teknologi Pangan di Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L University) di di Pulo Gadung, Jakarta Timur.
“Hari ini saya akan menunjukkan proyek tugas akhir saya, yaitu membuat es krim cokelat dari jangkrik,” ujar Andrea dalam video yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @andreazefanny atau mengutip pemberitaan di laman kompas.com.
* Jangkrik Punya Kandungan Protein
Dilansir dari Curly Tales, Rabu (28/10/2026), Andrea memilih jangkrik karena kandungan proteinnya yang tinggi, serta relatif mudah ditemukan dan dikembangbiakkan di laboratorium.
Ia ingin meneliti penggunaan jangkrik dalam produk olahan susu seperti es krim, yang belum umum menggunakan serangga sebagai bahan tambahan. Penelitian Andrea yakni Evaluation of the Physicochemical Properties and Proximate Composition of Cricket Powder-Fortified Chocolate Ice Cream menggunakan empat formulasi es krim cokelat.

Foto: Dok. Instagram @andreazefanyy
Keempat formulasi tersebut terdiri dari es krim tanpa tambahan bubuk jangkrik serta es krim dengan tambahan bubuk jangkrik sebanyak sembilan persen, 12 persen, dan 15 persen. Melalui video bagian pertama yang dibagikan di akun Instagram pribadinya, Andrea menjelaskan proses awal pengolahan jangkrik sebelum digunakan sebagai bahan es krim cokelat.
Jangkrik terlebih dahulu menjalani proses blanching, teknik memanaskan singkat menggunakan air mendidih atau uap air, kemudian dikeringkan dalam oven sekitar tiga hingga lima jam.
“Kemarin, kami mengeringkan jangkrik di dalam oven selama beberapa jam. Namun, jangkrik belum kering sehingga kami melanjutkan proses pengeringannya menggunakan inkubator selama satu malam,” jelas Andrea dalam video tersebut, Rabu (28/10/2026).
Andrea mengatakan bahwa jangkrik memiliki cita rasa menyerupai kacang-kacangan atau nutty. Sementara itu, penelitian mahasiswa i3L University lainnya, David Christantyaputra Gunawan, meneliti karakteristik sensori dan penerimaan konsumen terhadap es krim cokelat dengan tambahan bubuk jangkrik.
Hasilnya, formulasi dengan tambahan bubuk jangkrik sebanyak sembilan persen masih mempertahankan karakteristik rasa cokelat yang diharapkan, dilansir dari i3L Repository.
Adapun formulasi sebanyak 12 persen dan 15 persen cenderung memiliki rasa pahit, aroma kurang sedap, rasa menyerupai tanah yang tertinggal di mulut, serta tekstur berbutir.
Penelitian tersebut melibatkan 121 panelis atau orang yang diminta menilai sampel es krim tanpa melalui pelatihan khusus. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin banyak bubuk jangkrik yang ditambahkan, kecenderungan tingkat kesukaan konsumen semakin menurun.
(sumber kompas/TJI/red)