Keluarga Korban Pengeroyokan Sorot Kinerja Penyidik Polresta Pangkal Pinang – Pelaku Pengeroyokan Tak Ditahan?

Foto: Ilustrasi aksi kekerasan & pengeroyokan. (net)

TJI,BANGKABELITUNG – Kinerja penyidik Reserse & Kriminal Umum (Reskrim) Polresta Pangkal Pinang kini menuai sorotan. Pasalnya, hal ini berawal dari penanganan perkara kasus dugaan tindak kekerasan terhadap seorang pria, Why (27) warga gang Nipah IV, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kep Bangka Belitung.

Kronologis singkat kejadian, disebutkan Why (27) diduga merupakan korban tindak pengeroyokan oleh 8 oknum warga. Menurut keterangan kakak kandung korban, Nov (35) peristiwa tersebut terjadi, Sabtu (19/9/2026) pagi sekitar pukul 02.30 WIB di kediaman sang pacar, SC (34), di gang Gurame, Kelurahan Gabek I, Kecamatan Gabek, Pangkal Pinang.

Foto: Korban (Why) saat terbaring lemas di rumah sakit pasca kejadian. (ist)

“Pagi itu adik saya (Why -red) dalam posisi sedang tertidur di teras rumah pacarnya. Namun tak disangka tiba-tiba datanglah sejumlah warga dan diduga langsung memukul adik saya,” ungkap Nov bersama korban (Why) kepada wartawan, Jumat (25/9/2026) malam di Pangkal Pinang.

Saat kejadian pagi itu, Why menurut Nov sempat menghubunginya melalui ponsel dengan maksud Why meminta pertolonganya. Usai menerima kabar Nov pun langsung bergegas menuju ke lokasi TKP. Akan tetapi, Nov sendiri mengaku sangat terkejut ketika dirinya menyaksikan kondisi adik kandungnya (Why) di lokasi kejadian (TKP) dengan wajah babak belur dan berdarah dikelilingi sejumlah warga.

Foto: Korban (Why) saat sedang dirawat di rumah sakit. (ist)

“Ketika saya tiba di lokasi kejadian saya langsung kaget karena saya lihat adik saya (Why -;red) wajahnya berdarah dan babak belur dan disekelilingnya dikerumuni warga,” terang Nov menceritakan kronologis singkat kejadian yang menimpah adik kandungnya.

Meski begitu Nov mengaku awalnya sempat memarahi adiknya (Why) lantaran ia menyangka jka Why membuat masalah. Namun setelah diketahuinya bahwa Why ternyata korban pengeroyokan sejumlah oknum warga. Bahkan saat itu Nov mengaku dalam situasi tersebut ia melihat adiknya seolah-olah seperti dijadikan ‘tawanan’ oleh sekelompok oknum warga.

Foto: Inilah barang bukti berupa helm diduga digunakan pelaku untuk memukul korban. Barang bukti ini sempat didokumentasikan oleh korban usai kejadian. (ist)

Meski kejadian menimpah adik kandungnya (Why) sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun Nov mengaku saat ini merasa kecewa lantaran menurutnya sejumlah para pelaku pengeroyokan sampai saat ini tidak dilakukan penahanan.

“Sudah hampir seminggu lebih belum ada kabar penahanan para pelaku pengeroyokan adik saya (Why – red). Jika demikian saya dan keluarga merasa sangat kecewa terhadap kinerja penyidik kepolisian. Padahal, hasil visum sudah ada dan adik saya sudah dimintai keterangan,” sesal Nov.

Foto: Barang bukti lainnya, berupa tali tambang yang diikatkan dikarung sempat pula didokumentasikan oleh korban. (ist)

Sementara itu, Why kepada wartawan mengaku jika saat kejadian tersebut sedikitnya 8 orang oknum warga diketahuinya melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap dirinya, satu diantara 8 pelaku diduga mantan suami pacarnya, Ud (49) termasuk kakak kandung pacarnya, Wa (45).

“Salah satu pelaku itu mantan suami pacar saya termasuk ada kakak kandung pacar saya (Wa – red) diduga ikut dalam aksi pengeroyokan tersebut,” ungkap Why.

Why pun mengaku alasan dirinya sengaja tidur di teras kediaman sang pacar, Sabtu (19/9/2026) sesunguhnya atas permintaan sang pacar bukan karena kemauanya. Alasan sang pacar (SC) menurut korban dikarenakan takut akan kejadian yang tidak diinginkan terjadi lagi.

“Dia (SC – red) minta saya tidur di teras depan rumahnya untuk jaga-jaga karena menurut pacar saya (SC – red) sering ada kejadian ada orang mengintip ia kalau lagi tidur,” terang Why.

Why pun mengaku jika status sang pacar (SC) telah bercerai secara resmi dengan Ud sudah setahun lebih dan ia sendiri telah menjalani hubungan dengan SC baru 4 bulan. Ia sendiri saat ini bekerja sebagai kurir di salah satu perusahaan ekspedisi JNT di Kota Pangkal Pinang.

Kejadian malam itu, Why mengaku jika Ud sebagai otak dari kejadian tindak pengeroyokan terhadap dirinya lantaran Ud bermotif diduga terbakar rasa cemburu dengan mantan istrinya (SC) kini telah menjalin hubungan dengannya.

Dalam kejadian tersebut Why mengaku masih ingat jika dirinya tak saja mendapat perlakuan kasar hingga pemukulan oleh sekelompok oknum warga termasuk mantan suami pacarnya (Ud). Bahkan saat aksi kekerasan terhadapnya kata Why,salah aru pelaku (Ud) terlihat menggunakan benda berupa helm untuk memukulnya.

Tak cuma itu, saat kejadian pun Why mengaku sempat menemukan ada beberapa utas tali tambang dalam kondisi diikat pada karung, ia sendiri menduga jika tali dan karung tersebut rencananya untuk mengikat dirinya. Namun katanya untunglah malam itu keduluan Rukun Tetangga (RT) datang ke lokasi kejadian meski kondisi korban saat itu sudah babak belur.

Foto: Raket listrik pembasmi nyamuk diduga digunakan pelaku (Wa) atau barang bukti pemukulan terhadap SC saat kejadian. (ist)

Tak cuma keluarga Why yang melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, namun sang pacar (SC) pun menurut Why turut pula melaporkan secara resmi ke SPK Polresta Pangkal Pinang terkait serupa.

“Sebab pacar saya (SC – red) sempat mendapat perlakuan serupa yakni terjadinya pemukulan diduga oleh kakak kandungnya sendiri (Wa – red). Ia (SC – red) dipukul menggunakan raket listrik pembasmi nyamuk,” terang Why.

Akibat kejadian tindak kekerasan dan pengeroyokan terhadap dirinya, Why (korban) mengaku mengalami luka robek pada bagian pelipis kiri dan kanan. Pagi itu juga korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat hingga lukanya pun mesti dijahit atau pengobatan serius oleh tim medis Rumah Sakit Bakti Timah Kota Pangkal Pinang.

“Saya berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus yang menimpah diri saya ini dan saya ingin kasus ini terus berlanjut ke proses hukum,” harap korban.

Selanjutnya, keluarga korban (Why) pun akhirnya melaporkan kejadian tindak kekerasan dan pengeroyokan ke pihak berwajib (Polresta Pangkal Pinang), Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 11.05 WIB dengan surat laporan polisi Nomor: LP/B/648/IX/2026/SPKT/POLRESTA PANGKAL PINANG.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pangkal Pinang, AKP Ogan Arif Teguh Imani masih diupayakan konfirmasi temasuk Ud dan pihak-pihak terkait yang diduga turut terlapor.

Dalam hal ini pihak manajemen redaksi media ini memberikan ruang hak jawab/klarifikasi terkait laporan perkara kasus dugaan tindak kekerasan dan pengeroyokan terhadap seorang kurir JNT warga Pasir Putih, Why. (TJI/Ryn)






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *